Echinodermata (hewan berkulit duri)
Merupakan binatang triploblastik selopmata, tubuh simetris radial yang terbagi menjadi 5 bagian, umumnya mempunyai duri, saluran pencernaan sempurna meski anus pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi, hidup di laut, gerakan lambat dengan kaki pembuluh (ambulakral) yang terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang
Pages - Menu
▼
Pages
▼
Kamis, 31 Desember 2009
Mollusca (hewan bertubuh lunak)
Mollusca (hewan bertubuh lunak)
Tubuh lunak terbungkus oleh cangkang yang mengandung zat kapur atau tidak bercangkang. Bersifat triploblastik dan mempunyai matel yang berfungsi menutupi organ-organ viseral dan membuat rongga mantel.
Alat gerak berupa kaki yang berfungsi untuk merayap dan menangkap mangsanya. Sudah memiliki sistem pencernaan, syaraf, ekskresi, otot dan reproduksi.
Mollusca
Tubuh lunak terbungkus oleh cangkang yang mengandung zat kapur atau tidak bercangkang. Bersifat triploblastik dan mempunyai matel yang berfungsi menutupi organ-organ viseral dan membuat rongga mantel.
Alat gerak berupa kaki yang berfungsi untuk merayap dan menangkap mangsanya. Sudah memiliki sistem pencernaan, syaraf, ekskresi, otot dan reproduksi.
Mollusca
Perkembangan FDI di Indonesia
Perkembangan FDI di Indonesia
Spoiler for FDI oleh Unilever:
Kedatangan Unilever di Indonesia berawal pada 5 Desember 1933. Kini, Unilever telah sukses menjadi salah satu perusahaan raksasa di Indonesia. Unilever menjadikan Indonesia sebagai salah satu production base terbesar di Asia. Tetapi, Unilever mematikan pesaing dari kalangan pengusaha nasional dengan cara mengakuisisi sejumlah besar
Spoiler for FDI oleh Unilever:
Kedatangan Unilever di Indonesia berawal pada 5 Desember 1933. Kini, Unilever telah sukses menjadi salah satu perusahaan raksasa di Indonesia. Unilever menjadikan Indonesia sebagai salah satu production base terbesar di Asia. Tetapi, Unilever mematikan pesaing dari kalangan pengusaha nasional dengan cara mengakuisisi sejumlah besar
Minggu, 27 Desember 2009
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi adsorpsi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi adsorpsi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adsorpsi suatu adsorben diantaranya adalah senagai berikut:
1.Luas permukaan adsorben
Semakin luas permukaan adsorben, semakin banyak asorbat yang diserap, sehingga proses adsorpsi dapat semakin efektif. Semaki kecil ukuran diameter partikel maka semakin luas permukaan adsorben.
2.Ukuran partikel
Makin
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adsorpsi suatu adsorben diantaranya adalah senagai berikut:
1.Luas permukaan adsorben
Semakin luas permukaan adsorben, semakin banyak asorbat yang diserap, sehingga proses adsorpsi dapat semakin efektif. Semaki kecil ukuran diameter partikel maka semakin luas permukaan adsorben.
2.Ukuran partikel
Makin
Akad Jual Beli di Perbankan Syariah
Akad Jual Beli di Perbankan Syariah
Data statistik yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) mengenai laporan perkembangan perbankan syariah tahun 2004 menunjukkan sekitar 66,3 persen pembiayaan syariah menggunakan akad jual-beli. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Maulana Ibrahim Kendati mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2003 yang mencapai 71,5 persen, hal itu bukan berarti peminat
Data statistik yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) mengenai laporan perkembangan perbankan syariah tahun 2004 menunjukkan sekitar 66,3 persen pembiayaan syariah menggunakan akad jual-beli. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Maulana Ibrahim Kendati mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2003 yang mencapai 71,5 persen, hal itu bukan berarti peminat
Jumat, 25 Desember 2009
Ganggang Karang
Kelas Charophyceae/Ganggang Karang
Ganggang ini hanya terdiri atas beberapa marga saja. Sel-selnya mempunyai dinding selulosa, klorofil a dan b, dan zat tepung sebagai hasil asimilasi, dan merupakan zat makanan cadangan. Hidupnya di kolam-kolam atau selokan sebagai bentos. Habitusnya seperti tumbuhan yang seluruhnya hidup di dalam airTalus berbuku-buku dengan ruas-ruas yang panjang dengan
Kamis, 24 Desember 2009
Standar Perencanaan Proses Pembelajaran
Standar Perencanaan Proses Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran merupakan tahapan penting yang harus dilakukan guru sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu, ia harus dikerjakan secara sungguh-sungguh dan bukan hanya untuk memenuhi syarat administrasi akademik atau sekedar menyenangkan pengawas.
26 Mei 2009
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan
Perencanaan pembelajaran merupakan tahapan penting yang harus dilakukan guru sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu, ia harus dikerjakan secara sungguh-sungguh dan bukan hanya untuk memenuhi syarat administrasi akademik atau sekedar menyenangkan pengawas.
26 Mei 2009
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan
Rabu, 23 Desember 2009
Komponen RPP
Komponen RPP adalah :
1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik
yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada
1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik
yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada
Minggu, 20 Desember 2009
Pengertian Internet - Definisi Internet
Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian di internet sesuai lewat google tentunya, dengan kata kunci yang Anda gunakan - Pengertian Internet , Klik pada judul hasil pencarian untuk membaca informasi lebih detail mengenai Pengertian Internet - Definisi Internet, Kata kunci yang mungkin terkait adalah: arti dari Internet, internet adalah, pengertian dari internet:
Pengertian Internet dan Intranet
Pengertian Internet dan Intranet
Sabtu, 19 Desember 2009
Contoh Judul Skripsi S1 Hukum Perdata
Contoh Judul Skripsi S1 Hukum Perdata
STATUS ANAK ANGKAT MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus Tentang Pengesahan Anak Angkat dan Pembagian Harta Warisan)
PENGGUNAAN LAYANAN JASA BANK SAFE DEPOSIT BOX PADA BANK JATENG DAN PERMASALAHANNYA
PERAN POLRI DALAM PENANGANAN KECELAKAAN LALU-LINTAS TABRAK LARI DI WILAYAH HUKUM POLTABES YOGYAKARTA
PELAKSANAAN PEMINDAHTANGANAN IZIN PEMILIK KIOS
STATUS ANAK ANGKAT MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus Tentang Pengesahan Anak Angkat dan Pembagian Harta Warisan)
PENGGUNAAN LAYANAN JASA BANK SAFE DEPOSIT BOX PADA BANK JATENG DAN PERMASALAHANNYA
PERAN POLRI DALAM PENANGANAN KECELAKAAN LALU-LINTAS TABRAK LARI DI WILAYAH HUKUM POLTABES YOGYAKARTA
PELAKSANAAN PEMINDAHTANGANAN IZIN PEMILIK KIOS
Tradisi Megalitik dalam Lintasan Prasejarah
Tradisi Megalitik dalam Lintasan Prasejarah
Timbulnya kebudayaan bersama-sama dengan adanya manusia pertama yang menggunakan akalnya. Sejarah kebudayaan meliputi waktu yang sama penjangnya dengan sejarah umat manusia, dari manusia yang pertama hingga waktu sekarang. Waktu yang panjang itu dalam sejarah manusia dibagi atas tiga zaman, yaitu zaman prasejarah, zaman protosejarah, dan zaman sejarah
Timbulnya kebudayaan bersama-sama dengan adanya manusia pertama yang menggunakan akalnya. Sejarah kebudayaan meliputi waktu yang sama penjangnya dengan sejarah umat manusia, dari manusia yang pertama hingga waktu sekarang. Waktu yang panjang itu dalam sejarah manusia dibagi atas tiga zaman, yaitu zaman prasejarah, zaman protosejarah, dan zaman sejarah
Jumat, 18 Desember 2009
Seni kontemporer
Seni kontemporer
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi Seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi Seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang
Kamis, 17 Desember 2009
Sumber Energi untuk Gerak Otot
Sumber Energi untuk Gerak Otot
ATP (Adenosht Tri Phosphat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP.
ATP ---- ADP + P
Aktin + Miosin ------------------------- Aktomiosin
ATPase
Fosfokreatin merupakan
ATP (Adenosht Tri Phosphat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP.
ATP ---- ADP + P
Aktin + Miosin ------------------------- Aktomiosin
ATPase
Fosfokreatin merupakan
Mekanisme Gerak Otot
Mekanisme Gerak Otot
Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan difraksi sinar X, Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments.
Model ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin.. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin
Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan difraksi sinar X, Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments.
Model ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin.. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin
Jaringan Epithelium
Jaringan Epithelium
Merupakan jaringan penutupi atau melapisi permukaan tubuh organisme, baik lapisan luar atau lapisan dalam (endotelium).
Fungsi Jaringan Epithelium:
- absorpsi, sebagai alat penyerapan, ditemukan pada usus halus
- sekresi, sebagai alat penghasil zat atau cairan yang bermanfaat, ditemukan pada kelenjar buntu
- transport, sebagai alat pengangkutan, ditemukan pada
Merupakan jaringan penutupi atau melapisi permukaan tubuh organisme, baik lapisan luar atau lapisan dalam (endotelium).
Fungsi Jaringan Epithelium:
- absorpsi, sebagai alat penyerapan, ditemukan pada usus halus
- sekresi, sebagai alat penghasil zat atau cairan yang bermanfaat, ditemukan pada kelenjar buntu
- transport, sebagai alat pengangkutan, ditemukan pada
Jaringan Syaraf
Jaringan Syaraf
Jaringan berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Jaringan ini dibentuk oleh sel-sel syaraf yang disebut neuron.
Neuron dibedakan atas :
- dendrit : penjuluran keluar dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
- badan sel : bagian sel syaraf yang mengandung inti dengan nukleolus di tangahnya. Badan sel syaraf terletak di pusat
Jaringan berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Jaringan ini dibentuk oleh sel-sel syaraf yang disebut neuron.
Neuron dibedakan atas :
- dendrit : penjuluran keluar dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
- badan sel : bagian sel syaraf yang mengandung inti dengan nukleolus di tangahnya. Badan sel syaraf terletak di pusat
Kelainan pada Otot
Kelainan pada Otot
Kelainan pada otot dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a. Atrofi
Atrofi merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi.
b. Kelelahan Otot
Kelelahan otot terjadi karena terus menerus melakukan aktivitas, dan bila ini berlanjut dapat terjadi kram.
c. Tetanus
Tetanus adalah otot vang terus menerus berkontraksi (tonus
Kelainan pada otot dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
a. Atrofi
Atrofi merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi.
b. Kelelahan Otot
Kelelahan otot terjadi karena terus menerus melakukan aktivitas, dan bila ini berlanjut dapat terjadi kram.
c. Tetanus
Tetanus adalah otot vang terus menerus berkontraksi (tonus
Rabu, 16 Desember 2009
Fungsi Otot
Fungsi Otot
Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan.rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memeprkuat rangsangan kedua . dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum . tonus yang maksimum terus – menerus disebut tetanus.
Sifat
Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan.rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memeprkuat rangsangan kedua . dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum . tonus yang maksimum terus – menerus disebut tetanus.
Sifat
Jenis – Jenis Otot
Jenis – Jenis Otot
Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
a.Otot lurik (Otot Rangka)
Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalur-jalur melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop)
Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
a.Otot lurik (Otot Rangka)
Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalur-jalur melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop)
Senin, 14 Desember 2009
Pembelajaran Dengan Strategi Ekspositori
Pembelajaran Dengan Strategi Ekspositori
Perilaku mengajar dengan strategi ekspositori juga dinamakan model ekspositori.Model pengajaran ekspositori merupakan kegiatan mengajar yang terpusat pada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang bahan pengajaran. Tujuan utama pengajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan , dan nilai-nilai kepada
Perilaku mengajar dengan strategi ekspositori juga dinamakan model ekspositori.Model pengajaran ekspositori merupakan kegiatan mengajar yang terpusat pada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang bahan pengajaran. Tujuan utama pengajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan , dan nilai-nilai kepada
Minggu, 13 Desember 2009
Tipe Belajar Visual
Tipe Belajar Visual
Bagi siswa bertipe belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan (visual). Dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak dititik beratkan pada peragaan media, ajak mereka ke objek – objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut. Atau dengan cara menunjukan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan
Kamis, 10 Desember 2009
Bentuk dan Jenis Tulang
Bentuk dan Jenis Tulang
Tulang-tulang dalam tubuh manusia lebih kurang berjumlah 200 buah. Komponen – komponen penyusun tulang adalah air (25%), zat organic berupa serabut (30%), dan zat mineral terutama kalsium fosfat dan sedikit garam magnesium ( 45%).
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan sebagai berikut:
1).Tulang Pipa (Tulang Panjang)
Tulang pipa berbentuk seperti tabung yang kedua
Tulang-tulang dalam tubuh manusia lebih kurang berjumlah 200 buah. Komponen – komponen penyusun tulang adalah air (25%), zat organic berupa serabut (30%), dan zat mineral terutama kalsium fosfat dan sedikit garam magnesium ( 45%).
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan sebagai berikut:
1).Tulang Pipa (Tulang Panjang)
Tulang pipa berbentuk seperti tabung yang kedua
Rabu, 09 Desember 2009
Sejarah Datangnya Islam Di Indonesia
Sejarah Datangnya Islam Di Indonesia
Bilamana islam, baik sebagai agama maupun sebagai arus kebudayaanmula-mula memasuki Indonesia, tidak dapat dipastikan.
Di Leran (dekat gresik) terdapat sebuah batu bersurat dalam bahasa dan huruf Arab, yang sebagian telah rusak sama sekali tulisannya. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan, bernama Fatimah Binti Maimun, sangat
Bilamana islam, baik sebagai agama maupun sebagai arus kebudayaanmula-mula memasuki Indonesia, tidak dapat dipastikan.
Di Leran (dekat gresik) terdapat sebuah batu bersurat dalam bahasa dan huruf Arab, yang sebagian telah rusak sama sekali tulisannya. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan, bernama Fatimah Binti Maimun, sangat
Membuat Jaringan Wifi
Membuat Jaringan Wifi
Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpA menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.
Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting
Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpA menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.
Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting
Selasa, 08 Desember 2009
Contoh Judul Skripsi S1 Pendidikan Matematika
Type your summary here Contoh Judul Skripsi S1 Pendidikan Matematika
Berikut ini ada beberapa contoh judul Skripsi Pendidikan Matematika, semoga dapat menginspirasi teman-teman semua dalam menulis Skripsi.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETTING KOOPERATIF (PISK) PADA LIMIT FUNGSI ALJABAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI
Type rest of the post here
SKRIPSI
Berikut ini ada beberapa contoh judul Skripsi Pendidikan Matematika, semoga dapat menginspirasi teman-teman semua dalam menulis Skripsi.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETTING KOOPERATIF (PISK) PADA LIMIT FUNGSI ALJABAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI
Type rest of the post here
SKRIPSI
Contoh Judul Skripsi S1 Akuntansi
Contoh Judul Skripsi S1 Akuntansi
Berikut ini adalah contoh-contoh judul skripsi S1 Akutansi, semoga dapat menginspirasikan teman-teman semua untuk menulis skripsi, terimakasih:
PENERAPAN SISTEM PENJUALAN DAN PEMBELIAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PERUSAHAAN CV. “JATI BERSAMA” MALANG.
Type rest of the post here
PENERAPAN TAX PLANNING DALAM UPAYA
Berikut ini adalah contoh-contoh judul skripsi S1 Akutansi, semoga dapat menginspirasikan teman-teman semua untuk menulis skripsi, terimakasih:
PENERAPAN SISTEM PENJUALAN DAN PEMBELIAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PERUSAHAAN CV. “JATI BERSAMA” MALANG.
Type rest of the post here
PENERAPAN TAX PLANNING DALAM UPAYA
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
Seperti halnya pada tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan hewan dan juga manuisa dipengaruhi oleh factor-faktor dalam (internal) dan factor-faktor luar (eksternal). Faktor Dalam meliputi gen dan hormon, sedangkan Faktor luar antara lain nutrisi dan aktivitas.
a).Gen
Gen merupakan faktor penentu sifat yang dibwa oleh orang tua.
Seperti halnya pada tumbuhan, pertumbuhan dan perkembangan hewan dan juga manuisa dipengaruhi oleh factor-faktor dalam (internal) dan factor-faktor luar (eksternal). Faktor Dalam meliputi gen dan hormon, sedangkan Faktor luar antara lain nutrisi dan aktivitas.
a).Gen
Gen merupakan faktor penentu sifat yang dibwa oleh orang tua.
Sabtu, 05 Desember 2009
Antropologi Sosial Budaya
Antropologi Sosial Budaya
Pada dasarnya Antropologi sosial merupakan perkembangan lebih lanjut dari antropologi budaya. Antropologi budaya memfokuskan kajiannya terhadap budaya umat manusia, sedangkan antropologi sosial mengkaji tentang masyarakat manusia. Berdasarkan ruang ingkup kajian tersebut , maka dapat dikatakan bahwa antropologi sosial bersumber dari ruang lingkup yang sama, karena
Pada dasarnya Antropologi sosial merupakan perkembangan lebih lanjut dari antropologi budaya. Antropologi budaya memfokuskan kajiannya terhadap budaya umat manusia, sedangkan antropologi sosial mengkaji tentang masyarakat manusia. Berdasarkan ruang ingkup kajian tersebut , maka dapat dikatakan bahwa antropologi sosial bersumber dari ruang lingkup yang sama, karena
Kamis, 03 Desember 2009
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP KELAS 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX/ 1
Standar Kompetensi :
1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar :
1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen
Indikator :
1. Membedakan pengertian sebangun dan kongruen dua segitiga
2.
(RPP)
Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX/ 1
Standar Kompetensi :
1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar :
1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen
Indikator :
1. Membedakan pengertian sebangun dan kongruen dua segitiga
2.
Rabu, 02 Desember 2009
Penelitian Tindakan Kelas : Meningkatkan kualitas Pembelajaran Proses Pertumbuhan pada tumbuhan melalui praktek menanam biji tanaman di SD Negeri 1 Krinjing
Oleh : Sutiyah
A. JUDUL PENELITIAN
Meningkatkan kualitas Pembelajaran Proses Pertumbuhan pada tumbuhan melalui praktek menanam biji tanaman di SD Negeri 1 Krinjing
B. BIDANG KAJIAN : Desain dan Strategi Pembelajaran
C. PENDAHULUAN
Kualitas pembelajaran di kelas II SD 1 Krinjing tahun pelajaran 2009 / 2010 pada konsep proses pertumbuhan pada tanaman, belum sesuai dengan diharapkan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata hasil mid semester yang kurang dari 63, dibawah nilai Standart Ketuntasan Belajara Minimal (SKBM). Selain itu situsi pembelajaran di kelas pasif, dan siswa kurang bergairah mengikuti proses pembelajaran. Dari hasil diskusi antara kepala sekolah dan guru, kondisi ini disebabkan oleh strategi pembelajaran yang dipilih guru masih belum tepat, kerena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga; guru memilih menggunakan metode praktek menanam biji tanaman. Sementara itu sebenarnya dilingkungan sekolah tersedia sumber belajar yang dapat dimanfaatkan seperti ladang penduduk dan kebun sekolah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu segera dilakukan upaya perbaikan desain dan strategi pembelajaran guru yang dapat memperbaiki kualitas pembelajaran, dengan mencoba menerapkan pembelajaran proses pertumbuhan pada tanaman. Upaya ini juga untuk mendukung pelaksanaan kurikulum KTSP 2007 / 2008 secara tematik.
D. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan : Apakah penerapan model pembelajaran praktek menanam biji tanaman dapat memperbaiki kualitas pembelajaran konsep proses pertumbuhan pada tanaman.
2. Pemacahan Masalah
Untuk memecahkan masalah tersebut, dilakukan langkah-langkah sesuai dengan langkah-langkah (sintaks) model praktek menanam biji tanaman
a. Guru membagi kelompok dengan 5 atau 6 siswa yang heterogen secara akademis, kemudian memberikan masalah terkait dengan konsep proses pertumbuhan pada tanaman
b. Siswa secara berkelompok merancang kegiatan untuk memecahkan masalah dalam bentuk lembar kegiatan siswa (LKS)
c. Siswa melakukan pengamatan pada proses pertumbuhan pada tanaman
d. Siswa dan guru mengevaluasi kelompok terhadap kerja kelas secara keseluruhan, penilian kelompok dan penilaian individual.
3. Indikator keberhasilan tindakan
Penerapan model investigasi kelompok ini dikatakan berhasil apabila standar kompetensi yang diharapkan pada akhir siklus tercapai indikatornya adalah sebagai berikut :
a. Apabila siswa secara kognitif mencapai ketuntasan belajar individual > 65 %, dan secara kelompok > 85 % siswa telah mencapai ketuntasan belajar.
b. Dari askpek efektif > 80% siswa dapat bekerja sama dalam kegiatan observasi lapangan dan menghormati sikap serta pendapat orang lain dalam membahas masalah.
c. Dari aspek psikomotorik > 80% siswa memperoleh ketrampilan –ketrampilan melakukan pengamatan, pembuatan laporan, dan aktif dalam kegiatan pengamatan di lapangan.
E. TUJUAN PENETIAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran proses pertumbuhan pada tumbuhan SD Negeri 1 Krinjing.
F. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak berikut :
1. Siswa, agar mencapai kompetensi dasar dengan indiktor–indikatornya, meningkatkan aktivitas dalam proses pembelajaran, meningkatkan kerjasama, mengembangkan kreativitas dan mampu mengungkapkan pendapatnya.
2. Guru, akan dapat menambah variasi strategi pembelajaran, dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum
3. Sekolah, akan dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti untuk mengembangkan sarana / prasarana dan melakukan inovasi pembelajaran SAINS khususnya, dan untuk mata pelajaran yang lain pada umumnya.
G. KAJIAN PUSTAKA
Menurut pandangan Jonhn Dewey (1917), Herbert Thelen (1960) joyce dan weil (1986) dalam winataputra (1994), pendidikan dalam masyarakat yang demokratis, seyogyanya mengajarkan proses demokrasi secara langsung. Oleh karena itu, pendidikan bagi siswa sekurang-kurang harus diorganisasikan dengan cara melakukan penelitian bersama atau “Cooperative inquiry”. Model ini telah digunakan dalam berbagai bidang studi untuk berbagai tingkat usia.
Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Fungsi dari model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan aktivitas pembelajaran.
Pada dasarnya model investasi kelompok dirancang untuk membimbing para siswa mendifinisikan masalah, menggumpulkan data yang relevan, mengembangkan dan menguji hipotesis. Dalam kerangka ini, guru dituntut untuk mengorganisasikan proses pembelajaran melalui kerja kelompok dan mengarahkannya membantu para siswa menemukan informasi dan mengelola terjadinya berbagai interaksi dan aktivitas belajar.
Didalam model investigasi kelompok terdapat tiga konsep utama yaitu penelitian atau inquiry, pengetahuan (knowledge) dan dinamika belajar kelompok (the dynamics of the learning group). Dalam proses penelitian ini siswa dirangsang belajar dengan cara mengharapkannya pada masalah, sehingga akan timbul reaksi untuk memecahkan masalah tersebut.
Sintaks atau tahapan kegiatan model investigasi kelompok ada lima :
1. Siswa berhadap dengan sistuasi yang problematis
2. Siswa melakukan eksplorasi sebagai reaksi terhadap sistuasi yang problematis.
3. Siswa merumuskan tugas-tugas belajar dan mengorganisasikannya untuk membangun suatu penelitian.
4. Siswa melakukan kegiatan belajar individu
5. Siswa menganalisis kemajuan dan proses yang dilakukan dalam proses penelitian.
Prinsip pengelolaan di kelas yang menerapkan model kerja kelompok, guru lebih berperan sebagai motivasi motivator, inovator dan pemberi kritik yang bersabat. Dalam hal ini guru seyogyanya membimbing dan mencerminkan kelompok melalui tiga tahap sebagai berikut :
1. Tahap pemecahan masalah, ini berkenaan dengan proses menjawab pertanyaan apa yang menjadi masalah, dan apa yang menjadi faktor masalah.
2. Tahap pengelolaan kelas, berkenaan dengan proses menjawab pertanyaan, informasi apa saja yang diperlukan dan bagaimana mengorganisasikan kelompok untuk memperoleh informasi
3. Tahap pemaknaan secara perseorangan, berkaitan dengan bagaimana kelompok menghayati kesimpulan yang dibuatnya.
Berdasarkan kajian teoritik dari hasil penelitian di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah dengan menerapkan investigasi kelompok, kulitas pembelajaran kelompok proses pertumbuhan pada tanaman di SD Negeri Krinjing akan meningkat.
H. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
1. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD 1 Krinjing di kelas II dengan kemampuan siswa dan aktivitas dalam proses pembelajaran kurang.
2. Proses Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi
a. Perencanan
1. Penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran dalam rencana pembelajaran dengan langkah-langkah seperti dalam cara pemecahan masalah.
2. Membuat LKS (oleh siswa dievaluasi oleh guru) lembar observasi untuk kegiatan pengamatan dan diskusi untuk mengukur aspek psikomotorik siswa.
3. Menyusun angket, untuk mengetahui aspek afektif siswa terhadap kegiatan pembelajaran ( oleh guru ).
4. Menyusun alat evaluasi berupa butir-butir test untuk mengukur aspek kognitif siswa (oleh guru).
b. Pelaksanaan tindakan
Untuk mempermudah memahami pelaksanaan tindakan setiap siklus, disusun dalam bentuk tabel sebagai berikut :
c. Observasi
Melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi dalam kegiatan maupun diskusi. Objek amatanya adalah sebagai berikut :
1) Aktifitas siswa dalam kegiatan pengalaman yang pasif dan negatif
2) Aktivitas siswa dalam diskusi yang positif dan yang negatif
A. JUDUL PENELITIAN
Meningkatkan kualitas Pembelajaran Proses Pertumbuhan pada tumbuhan melalui praktek menanam biji tanaman di SD Negeri 1 Krinjing
B. BIDANG KAJIAN : Desain dan Strategi Pembelajaran
C. PENDAHULUAN
Kualitas pembelajaran di kelas II SD 1 Krinjing tahun pelajaran 2009 / 2010 pada konsep proses pertumbuhan pada tanaman, belum sesuai dengan diharapkan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata hasil mid semester yang kurang dari 63, dibawah nilai Standart Ketuntasan Belajara Minimal (SKBM). Selain itu situsi pembelajaran di kelas pasif, dan siswa kurang bergairah mengikuti proses pembelajaran. Dari hasil diskusi antara kepala sekolah dan guru, kondisi ini disebabkan oleh strategi pembelajaran yang dipilih guru masih belum tepat, kerena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga; guru memilih menggunakan metode praktek menanam biji tanaman. Sementara itu sebenarnya dilingkungan sekolah tersedia sumber belajar yang dapat dimanfaatkan seperti ladang penduduk dan kebun sekolah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu segera dilakukan upaya perbaikan desain dan strategi pembelajaran guru yang dapat memperbaiki kualitas pembelajaran, dengan mencoba menerapkan pembelajaran proses pertumbuhan pada tanaman. Upaya ini juga untuk mendukung pelaksanaan kurikulum KTSP 2007 / 2008 secara tematik.
D. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan : Apakah penerapan model pembelajaran praktek menanam biji tanaman dapat memperbaiki kualitas pembelajaran konsep proses pertumbuhan pada tanaman.
2. Pemacahan Masalah
Untuk memecahkan masalah tersebut, dilakukan langkah-langkah sesuai dengan langkah-langkah (sintaks) model praktek menanam biji tanaman
a. Guru membagi kelompok dengan 5 atau 6 siswa yang heterogen secara akademis, kemudian memberikan masalah terkait dengan konsep proses pertumbuhan pada tanaman
b. Siswa secara berkelompok merancang kegiatan untuk memecahkan masalah dalam bentuk lembar kegiatan siswa (LKS)
c. Siswa melakukan pengamatan pada proses pertumbuhan pada tanaman
d. Siswa dan guru mengevaluasi kelompok terhadap kerja kelas secara keseluruhan, penilian kelompok dan penilaian individual.
3. Indikator keberhasilan tindakan
Penerapan model investigasi kelompok ini dikatakan berhasil apabila standar kompetensi yang diharapkan pada akhir siklus tercapai indikatornya adalah sebagai berikut :
a. Apabila siswa secara kognitif mencapai ketuntasan belajar individual > 65 %, dan secara kelompok > 85 % siswa telah mencapai ketuntasan belajar.
b. Dari askpek efektif > 80% siswa dapat bekerja sama dalam kegiatan observasi lapangan dan menghormati sikap serta pendapat orang lain dalam membahas masalah.
c. Dari aspek psikomotorik > 80% siswa memperoleh ketrampilan –ketrampilan melakukan pengamatan, pembuatan laporan, dan aktif dalam kegiatan pengamatan di lapangan.
E. TUJUAN PENETIAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran proses pertumbuhan pada tumbuhan SD Negeri 1 Krinjing.
F. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak berikut :
1. Siswa, agar mencapai kompetensi dasar dengan indiktor–indikatornya, meningkatkan aktivitas dalam proses pembelajaran, meningkatkan kerjasama, mengembangkan kreativitas dan mampu mengungkapkan pendapatnya.
2. Guru, akan dapat menambah variasi strategi pembelajaran, dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum
3. Sekolah, akan dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti untuk mengembangkan sarana / prasarana dan melakukan inovasi pembelajaran SAINS khususnya, dan untuk mata pelajaran yang lain pada umumnya.
G. KAJIAN PUSTAKA
Menurut pandangan Jonhn Dewey (1917), Herbert Thelen (1960) joyce dan weil (1986) dalam winataputra (1994), pendidikan dalam masyarakat yang demokratis, seyogyanya mengajarkan proses demokrasi secara langsung. Oleh karena itu, pendidikan bagi siswa sekurang-kurang harus diorganisasikan dengan cara melakukan penelitian bersama atau “Cooperative inquiry”. Model ini telah digunakan dalam berbagai bidang studi untuk berbagai tingkat usia.
Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Fungsi dari model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan aktivitas pembelajaran.
Pada dasarnya model investasi kelompok dirancang untuk membimbing para siswa mendifinisikan masalah, menggumpulkan data yang relevan, mengembangkan dan menguji hipotesis. Dalam kerangka ini, guru dituntut untuk mengorganisasikan proses pembelajaran melalui kerja kelompok dan mengarahkannya membantu para siswa menemukan informasi dan mengelola terjadinya berbagai interaksi dan aktivitas belajar.
Didalam model investigasi kelompok terdapat tiga konsep utama yaitu penelitian atau inquiry, pengetahuan (knowledge) dan dinamika belajar kelompok (the dynamics of the learning group). Dalam proses penelitian ini siswa dirangsang belajar dengan cara mengharapkannya pada masalah, sehingga akan timbul reaksi untuk memecahkan masalah tersebut.
Sintaks atau tahapan kegiatan model investigasi kelompok ada lima :
1. Siswa berhadap dengan sistuasi yang problematis
2. Siswa melakukan eksplorasi sebagai reaksi terhadap sistuasi yang problematis.
3. Siswa merumuskan tugas-tugas belajar dan mengorganisasikannya untuk membangun suatu penelitian.
4. Siswa melakukan kegiatan belajar individu
5. Siswa menganalisis kemajuan dan proses yang dilakukan dalam proses penelitian.
Prinsip pengelolaan di kelas yang menerapkan model kerja kelompok, guru lebih berperan sebagai motivasi motivator, inovator dan pemberi kritik yang bersabat. Dalam hal ini guru seyogyanya membimbing dan mencerminkan kelompok melalui tiga tahap sebagai berikut :
1. Tahap pemecahan masalah, ini berkenaan dengan proses menjawab pertanyaan apa yang menjadi masalah, dan apa yang menjadi faktor masalah.
2. Tahap pengelolaan kelas, berkenaan dengan proses menjawab pertanyaan, informasi apa saja yang diperlukan dan bagaimana mengorganisasikan kelompok untuk memperoleh informasi
3. Tahap pemaknaan secara perseorangan, berkaitan dengan bagaimana kelompok menghayati kesimpulan yang dibuatnya.
Berdasarkan kajian teoritik dari hasil penelitian di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah dengan menerapkan investigasi kelompok, kulitas pembelajaran kelompok proses pertumbuhan pada tanaman di SD Negeri Krinjing akan meningkat.
H. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
1. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD 1 Krinjing di kelas II dengan kemampuan siswa dan aktivitas dalam proses pembelajaran kurang.
2. Proses Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi
a. Perencanan
1. Penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran dalam rencana pembelajaran dengan langkah-langkah seperti dalam cara pemecahan masalah.
2. Membuat LKS (oleh siswa dievaluasi oleh guru) lembar observasi untuk kegiatan pengamatan dan diskusi untuk mengukur aspek psikomotorik siswa.
3. Menyusun angket, untuk mengetahui aspek afektif siswa terhadap kegiatan pembelajaran ( oleh guru ).
4. Menyusun alat evaluasi berupa butir-butir test untuk mengukur aspek kognitif siswa (oleh guru).
b. Pelaksanaan tindakan
Untuk mempermudah memahami pelaksanaan tindakan setiap siklus, disusun dalam bentuk tabel sebagai berikut :
c. Observasi
Melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi dalam kegiatan maupun diskusi. Objek amatanya adalah sebagai berikut :
1) Aktifitas siswa dalam kegiatan pengalaman yang pasif dan negatif
2) Aktivitas siswa dalam diskusi yang positif dan yang negatif